
Pada 28 Juli lalu, penyelenggaraan International Furniture & Wood Industry Conference (IFWIC) 2026 sukses digelar di Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu (Polifurneka), Kendal, Jawa Tengah.
Pelaksanaan ini sekaligus menorehkan tonggak baru di Indonesia untuk pengembangan industri furnitur dan pengolahan kayu di dalam forum internasional perdana yang secara khusus.
Dengan mengusung tema “Empowering Technology and Talent for Global Markets”, IFWIC hadir sebagai high-level dialogue yang mempertemukan policy makers, industry leaders, world-class experts, akademisi, penyedia teknologi, asosiasi industri, serta organisasi internasional untuk membangun future-ready furniture industry ecosystem.
Melalui penyelenggaraan ini, diharapkan mampu menjawab tantangan masa depan ekosistem industri furnitur melalui penguatan inovasi, pengembangan talenta, adopsi teknologi, serta penerapan praktik keberlanjutan guna memenuhi tuntutan pasar dan regulasi global yang terus berkembang.
Lahir sebagai inisiatif kolaboratif lintas sektor
Berbeda dengan konferensi pada umumnya, IFWIC lahir sebagai inisiatif kolaboratif lintas sektor yang digagas oleh Polifurneka, Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), Swisscontact – Swiss Skills for Competitiveness (S4C), serta Bern University of Applied Sciences (BFH), Swiss.
Kolaborasi ini menjadi fondasi untuk memperkuat daya saing industri furnitur Indonesia di panggung internasional melalui inovasi, pengembangan talenta, transformasi teknologi, dan kemitraan internasional.
Lebih dari 100 peserta yang berasal dari berbagai industri, kementerian dan lembaga, asosiasi industri, perguruan tinggi, penyedia teknologi, hingga organisasi internasional berpartisipasi dalam konferensi yang diselenggarakan di Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu (Polifurneka), Kendal.
Forum ini menjadi ruang kolaborasi yang menjembatani kebijakan, kebutuhan industri, pengembangan teknologi, serta pembangunan sumber daya manusia dalam menghadapi transformasi industri furnitur global.
Menjawab tantangan industri yang lebih dari sekadar peningkatan kapasitas industri
Salah satu hal yang menarik dari penyelenggaraan IFWIC 2026 yaitu momentumnya yang tepat ketika industri furnitur global menghadapi perubahan besar.
Pasalnya, tantangan industri saat ini tidak lagi hanya terkait peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga memastikan keberlanjutan rantai pasok bahan baku, keterlacakan (traceability), efisiensi sumber daya, serta kepatuhan terhadap standar keberlanjutan internasional.
Meningkatnya perhatian dunia terhadap isu deforestasi, ekonomi sirkular, dan desain produk berkelanjutan mendorong industri furnitur Indonesia untuk bertransformasi agar tidak hanya kompetitif, tetapi juga mampu memenuhi ekspektasi pasar global.
Dari sini, konferensi dimulai dengan Talkshow I: “Navigating Policies and Global Market Challenges” yang membahas strategi kebijakan dalam meningkatkan daya saing furnitur Indonesia di pasar internasional.
Kemudian dilanjutkan dengan Talkshow II: “Empowering Technology and Talent for Global Markets – Bridging Education, Innovation and Industrial Transformation”.
Selaras dengan judulnya, talkshow ini mengangkat isu pemanfaatan teknologi, inovasi material, kecerdasan artifisial (AI), serta penguatan kolaborasi industri dan pendidikan dalam mencetak talenta masa depan.
Tak hanya talkshow, IFWIC 2026 juga menghadirkan Special Session mengenai European Union Deforestation Regulation (EUDR) dan Ecodesign for Sustainable Products Regulation (ESPR) dengan dukungan dari Swiss Import Promotion Program (SIPPO).
Kedua regulasi Uni Eropa tersebut menjadi salah satu game changer bagi industri furnitur global karena akan membentuk standar baru terkait legalitas dan keterlacakan bahan baku, keberlanjutan produk, efisiensi sumber daya, hingga desain yang mendukung ekonomi sirkular.
Melalui sesi ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai implikasi regulasi terhadap akses pasar ekspor serta langkah persiapan yang diperlukan agar industri furnitur Indonesia tetap kompetitif.
IFWIC diharapkan menjadi platform internasional yang berkelanjutan untuk memperkuat jejaring, menghasilkan rekomendasi strategis, serta mendorong transformasi industri furnitur Indonesia menuju sektor yang lebih kompetitif, resilien, dan siap menghadapi tantangan pasar global.
