Saturday, October 17

EXTERNAL

Hendrik Tea: Jaga Konsistensi Bisnis Keluarga agar Tetap Relevan di Pasar yang Terus Berkembang
EXTERNAL, PROFILE

Hendrik Tea: Jaga Konsistensi Bisnis Keluarga agar Tetap Relevan di Pasar yang Terus Berkembang

Lama berkarier di perusahaan perbankan menjadi modal yang cukup untuk Hendrik Tea yang kini menjabat sebagai General Manager melanjutkan karier di departemen pemasaran, purchasing, dan non-production PT Ginsa Inti Pratama yang berlokasi di Tangerang, Banten. Perusahaan keluarga yang memulai operasi pertamanya pada 2006 ini awalnya muncul dari permintaan pasar lokal akan berbagai jenis pengikat.  Dari peluang industri tersebut, akhirnya PT Ginsa Inti Pratama memutuskan untuk membuka pabrik dan memproduksi pengikat sendiri. Melalui wawancara bersama tim Majalah Woodmag, Hendrik bercerita meski dirinya lebih banyak terlibat dalam urusan non-production, tetapi selama hampir 15 tahun terjun langsung di industri ini dan merasakan pasang surut, dirinya juga akhirnya belajar mengenai...
Jatuh Bangun Christianto Prabawa: Puluhan Tahun Pelajari Industri Furnitur hingga Perusahaan Alami Kebakaran
EXTERNAL, PROFILE

Jatuh Bangun Christianto Prabawa: Puluhan Tahun Pelajari Industri Furnitur hingga Perusahaan Alami Kebakaran

Christianto Prabawa yakin untuk mendirikan perusahaan sendiri usai kurang lebih 10 tahun mengemban ilmu dan memupuk pengalaman bekerja di industri furniture. Saat diwawancarai tim Woodmag Magazine, laki-laki yang lebih akrab disapa Chris itu mengungkapkan perusahaan furnitur miliknya yang diberi nama Mebel International didirikan pada 2005. Lantas, lebih dari dua dekade, tantangan demi tantangan dihadapi melewati berbagai era sekaligus perkembangan industri dan teknologi dengan dinamika cepat. Dimulai dari perusahaan yang hanya berisikan dua orang karyawan, kini Mebel International yang berlokasi di Kawasan Industri Tambakaji, Semarang, memiliki kurang lebih 250 karyawan.  “Gedungnya dulu itu 200 meter persegi. Hari ini kami berkembang hingga 12.500 meter persegi. Cukup be...
Robries: Dari Sampah jadi Furnitur yang Selamatkan Lingkungan & Buka Lapangan Pekerjaan
EXTERNAL, PROFILE

Robries: Dari Sampah jadi Furnitur yang Selamatkan Lingkungan & Buka Lapangan Pekerjaan

Perusahaan ramah lingkungan yang mengolah sampah menjadi furniture dan dekorasi interior ini dibangun oleh Syukriyatun Niamah berdasarkan keresahannya selama ini. Awalnya Syukriyatun Niamah mempertanyakan mengapa permasalahan sampah di Indonesia tidak kunjung berakhir dan terus menumpuk hingga ke jalan.  Kegelisahan ini terus dirasakannya, terutama saat perempuan yang akrab disapa Niam ini aktif sebagai mahasiswa yang sering ikut berbagai kegiatan komunitas lingkungan.  “Hampir tiap minggu clean up, tapi besoknya sudah kotor lagi. Kadang kita lagi clean up, malah dititipin sampah. Ini masalah mindset berarti,” ujarnya saat diwawancarai Woodmag Magazine. Ide untuk membuat sebuah perusahaan seperti Robries (PT Siklus Karya Global) pun hadir sejak 2016 dan Niam pun mulai...
Kisah Peni Shoffiyanti, Gandeng Industri untuk Mendidik di Polifurneka Kendal
EXTERNAL, PROFILE

Kisah Peni Shoffiyanti, Gandeng Industri untuk Mendidik di Polifurneka Kendal

Mengawali karier sebagai seorang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada 2008 di Kementerian Perindustrian, Peni Shoffiyati atau yang lebih akrab disapa Peni, mengabdikan dirinya sebagai seorang dosen di Politeknik ATI Padang sebagai penempatan pertamanya. Selang 10 tahun, Peni yang merupakan orang Jawa Tengah asli ini mendapatkan kesempatan untuk berpindah tugas ke Kendal.  Tawaran tersebut diberikan kepada Peni saat Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu (Polifurneka) Kendal baru berdiri pada 2018. “Di Kendal, pertama kali saya menjadi pembantu direktur 2 di bagian umum keuangan, kepegawaian, serta sistem pengawasan internal,” ujarnya ketika mengenang kembali sedikit masa-masa berjuang di awall kepindahannya ke Polifurneka Kendal kepada tim WOODMAG. Setelah 5 ta...
D. Agusni, Kepala Sakola Tukang: Membangun Karakter Jadi Kunci Perkembangan Siswa
EXTERNAL, PROFILE

D. Agusni, Kepala Sakola Tukang: Membangun Karakter Jadi Kunci Perkembangan Siswa

Untuk memenuhi kebutuhan yang semakin mendesak di industri tidak cukup hanya dengan menyediakan banyak Sumber Daya Manusia (SDM), tetapi juga harus memiliki kemampuan dan skill yang mumpuni agar bisa bertahan di tengah gempuran serta kerasnya industri saat ini. Hal inilah yang kemudian mendorong PT Batara Krida Kencana (BMKK) untuk ikut berkontribusi menjawab desakan kebutuhan tersebut, terutama di bidang finishing dalam industri perkayuan Indonesia, dengan membentuk Sakola Tukang. Salah satu sosok yang telah bertahun-tahun ikut membangun Sakola Tukang ialah D. Agusni.  Pria yang kini menjabat sebagai kepala sekolah di Sakola Tukang ini telah mendedikasikan hampir 4 tahun untuk memperkuat fondasi dan menghasilkan lulusan tukang yang kompeten. Menurutnya, sebaik apa pun des...
Azhar Fitri, Kepala BBSPJIKMN: Jaga Relevansi dengan Kebutuhan Industri
EXTERNAL, PROFILE

Azhar Fitri, Kepala BBSPJIKMN: Jaga Relevansi dengan Kebutuhan Industri

Memiliki minat dengan hal-hal teknis dan kerja yang berdampak langsung membuat Azhar Fitri, atau yang lebih akrab disapa Azhar kini menjabat sebagai Kepala Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Keramik dan Mineral Nonlogam (BBSPJIKMN). Menurut Azhar, salah satu hal yang sangat disukai dari pekerjaannya sekarang yaitu mampu melihat hasil kerja tim yang bisa langsung dirasakan oleh industri.  “Misalnya ada pelaku industri yang berhasil naik kelas karena layanan dari kami, itu rasanya memuaskan,” jelas Azhar saat diwawancarai tim Woodmag Magazine belum lama ini.. Simak kisah lengkap lika-liku perjalanan kariernya, pandangannya seputar industri keramik dan nonlogam, hingga industri perkayuan di Indonesia serta global berikut ini! Q: Bagaimana awal mula Bapak Az...
Toggle Dark Mode