
Lantai kayu sering kali dipilih untuk melengkapi rumah karena tampilannya yang estetik dan tidak lekang oleh waktu.
Tak hanya itu, kayu memberikan nuansa hangat pada rumah dan dapat meningkatkan nilai propertinya. Makanya, kayu masih jadi favorit untuk berbagai kebutuhan rumah.
Untuk lantai kayu sendiri memiliki banyak tipe yang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Penggunaannya pun tergantung oleh selera masing-masing orang yang ingin menjadikannya pilihan.
Namun, jika Anda masih bingung untuk memilih jenis lantai kayu yang paling tepat di rumah, di artikel kali ini kami akan menjelaskan kelebihan dan kekurangan setiap tipenya sebagaimana melansir The Spruce!
Tipe-tipe lantai kayu dan tips untuk memilihnya
- Lantai kayu solid
Lantai kayu solid menggunakan kayu solid dari atas hingga bawah papan. Tipe yang satu ini mirip dengan potongan kayu lain yang digergaji langsung dari batang kayu.
Biasanya, lantai kayu solid atau hardwood bisa didapatkan dalam keadaan belum jadi atau sudah jadi.
Lantai kayu solid yang belum jadi cenderung lebih murah daripada yang sudah jadi. Ada pula keuntungannya yaitu Anda dapat mewarnainya dan melakukan finishing sesuai spesifikasi yang diinginkan.
Lain halnya dengan lantai kayu solid yang sudah jadi di mana Anda langsung dapat menggunakannya setelah pemasangan atau langsung terima jadi.
Tidak seperti pilihan lantai kayu lainnya, lantai ini tidak dapat dipasang langsung di atas beton atau di atas lantai yang sudah ada.
Bisa begitu karena Anda perlu memaku lantainya ke bagian sublantai kayu. Karena itu, sebaiknya pemasangannya dilakukan oleh profesional.
Salah satu keuntungan paling signifikan dari lantai kayu solid adalah dapat diampelas ulang berkali-kali, sehingga dapat memperpanjang usia pakainya hingga puluhan tahun.
Lantai ini dapat bertahan lebih lama dari pemilik rumah aslinya dengan perawatan yang tepat. Kelemahan terbesarnya adalah tidak dapat dipasang di area lembap seperti kamar mandi.
- Lantai kayu rekayasa
Lantai kayu rekayasa (engineered) merupakan alternatif untuk lantai kayu solid (hardwood). Tipe lantai kayu ini biasanya terbuat dari lapisan kayu lapis dan tripleks.
Penggunaan tripleks inilah yang membedakan lantai kayu rekayasa dan lantai kayu solid.
Meski harganya terbilang lebih murah, namun tipe lantai kayu rekayasa juga memiliki umur pakai yang cukup panjang, yaitu sekitar 25 hingga 30 tahun.
Lantai kayu rekayasa juga tahan terhadap area dengan kelembapan ringan.
Kayu rekayasa memiliki lebih banyak pilihan pemasangan, yaitu dapat dipaku seperti kayu hardwood atau langsung dipasang tanpa paku sebagai lantai “mengambang”.
- Lantai bambu
Salah satu alternatif populer lainnya adalah lantai bambu. Meskipun bambu lebih mirip rumput daripada lantai kayu keras, bambu biasanya digolongkan sebagai lantai kayu keras dan sangat disukai karena sifatnya yang ramah lingkungan.
Bambu menarik bagi konsumen yang tertarik menggunakan sumber daya alam yang dapat diperbarui dan dibudidayakan secara berkelanjutan. Batang bambu dapat dipanen berulang kali setiap lima atau enam tahun, sementara pohon membutuhkan waktu sedikitnya 20 tahun untuk tumbuh.
Bambu terlihat, terasa, dan sangat mirip kayu asli. Mudah dipasang, sangat tahan lama, dan menambah nilai jual kembali rumah.
Meski begitu, bambu memiliki kekurangan yang paling signifikan yaitu mudah tergores, sehingga bambu mungkin bukan pilihan terbaik untuk rumah yang memiliki hewan peliharaan atau anak-anak yang suka bermain-main.
Bambu juga rentan retak dalam situasi lembap dengan umur pakai sekitar 25 tahun.
- Lantai laminasi
Lantai laminasi (laminated) terdiri dari lapisan atas tipis kertas yang dilengkapi dengan serpihan-serpihan kayu. Jadi, secara teknis lantai laminasi adalah kayu; atau lebih tepatnya, lantai laminasi mengandung kayu.
Lantai laminasi adalah tiruan kayu yang presisi, sehingga estetikanya tidak berbeda jauh dengan kayu asli. Kelebihannya yaitu tahan terhadap goresan, pemasangan mudah, dan biayanya rendah.
Sedangkan kelemahan lantai laminasi adalah rentan terhadap kerusakan akibat kelembaban, licin, dan tidak dapat diampelas atau diperbaiki.