Mengenal Employee Engagement demi Tingkatkan Produktivitas Perusahaan

Employee engagement adalah usaha yang dilakukan perusahaan untuk memahami hubungan antara organisasi dengan karyawannya, baik secara kualitatif maupun kuantitatif. 

Konsep employee engagement ini awalnya dipopulerkan oleh Gallup Consultant pada 2004 dan terus diadopsi prinsipnya hingga saat ini.

Di tengah tantangan global seperti ketidakstabilan ekonomi dan perubahan sistem kerja hybrid, engagement karyawan menjadi titik tumpu dalam mempertahankan produktivitas serta stabilitas organisasi.

Sebuah studi dari Gallup pada 2024 menunjukkan bahwa hanya 23% karyawan secara global merasa benar-benar terlibat dalam pekerjaannya, dan “77% of employees disengaged at work”.

Di Indonesia sendiri, tren ini menunjukkan perlunya pendekatan yang lebih holistik dalam membangun koneksi antara karyawan dan perusahaan.

Maka dari itu, engagement karyawan adalah indikator kesehatan budaya organisasi sekaligus juga penentu seberapa jauh perusahaan bisa berkembang secara berkelanjutan. 

Meski tampaknya serupa, employee engagement tidak bisa disamakan dengan kebahagiaan dalam bekerja (employee happiness).

Menurut Kevin Kruse seperti dikutip Forbes, ada banyak karyawan yang merasa bahagia bekerja pada suatu perusahaan, tetapi tidak engaged dengan visi misi perusahaan serta tugas-tugas yang menjadi tanggung jawabnya.

Oleh karena itu, kebahagiaan karyawan penting tapi membuat karyawan engage juga lebih esensial terhadap kenyamanan kerja mereka di suatu perusahaan.

Pentingnya employee engagement dalam suatu perusahaan

Employee engagement yang kuat terbukti akan berdampak langsung pada produktivitas, loyalitas, dan profitabilitas perusahaan. Banyak perusahaan global telah membuktikan bahwa investasi pada program keterlibatan karyawan mampu menghasilkan nilai bisnis yang signifikan.

Dari sudut pandang perusahaan, employee engagement melihat bagaimana seorang karyawan dapat loyal dalam bekerja. 

Tidak hanya menyelesaikan tugas yang diberikan tapi juga menyelesaikan tepat waktu dengan kualitas yang baik, serta mereka pun dapat merasa bangga akan pekerjaan mereka. 

Tujuan akhir yang diharapkan perusahaan jika karyawan dapat engaged adalah meningkatkan produktivitas serta mempertahankan mereka atau menurunkan tingkat turnover rate.

Sedangkan dari sudut pandang karyawan, employee engagement membuat karyawan menyadari perannya dalam perusahaan, sehingga terus merasa bersemangat dalam bekerja. 

Dengan adanya engagement yang baik, karyawan jadi memiliki rasa bahwa mereka memberikan kontribusi bagi tujuan kolektif perusahaan.

Beberapa alasan lain mengapa employee engagement penting, yaitu:

1. Produktivitas kerja meningkat secara konsisten

Karyawan yang merasa didengar, dihargai, dan memiliki ruang untuk berkembang cenderung bekerja dengan lebih fokus dan efisien. Tim dengan tingkat engagement tinggi mampu meningkatkan produktivitas dengan tingkat keterlibatan tinggi.

2. Turnover karyawan lebih rendah, biaya operasional lebih efisien

Tingkat employee engagement yang tinggi berbanding lurus dengan loyalitas karyawan. Mereka yang merasa terhubung dengan nilai dan budaya perusahaan cenderung bertahan lebih lama. 

Data dari Quantum Workplace menyebutkan, perusahaan dengan engagement yang baik mampu menurunkan attrition rate hingga 43%, yang berdampak positif pada efisiensi biaya rekrutmen dan pelatihan karyawan baru.

3. Loyalitas dan kepuasan karyawan terjaga

Lingkungan kerja yang mendukung keterlibatan membuat karyawan lebih puas dengan pekerjaannya dan bangga menjadi bagian dari organisasi. 

Ini menciptakan stabilitas tim dan memperkuat identitas kolektif dalam perusahaan. Karyawan yang engaged memiliki motivasi intrinsik lebih kuat dan secara alami berkontribusi terhadap keberhasilan tim.

4. Inovasi tumbuh dari lingkungan yang mendukung

Karyawan yang terlibat akan aktif mencari peluang untuk memperbaiki proses dan memberikan ide baru, sehingga mereka menjadi lebih kreatif karena merasa aman untuk berekspresi dan bereksperimen.

5. Layanan lebih baik, pelanggan lebih puas

Engagement karyawan juga berdampak langsung pada pengalaman pelanggan. Ketika karyawan merasa terhubung dengan visi perusahaan, mereka akan melayani pelanggan dengan sikap yang lebih positif, ramah, dan solutif. 

Dengan begitu, kepuasan dan loyalitas pelanggan pun meningkat, yang pada akhirnya ikut mengangkat reputasi perusahaan.

6. Absensi menurun, kesehatan kerja meningkat

Karyawan yang engaged umumnya memiliki keseimbangan emosional yang lebih baik, merasa lebih sehat secara mental, dan cenderung tidak mudah stres.

Hal ini berkontribusi pada penurunan tingkat absensi dan menciptakan budaya kerja yang lebih sehat serta minim risiko kecelakaan kerja.

Contoh menerapkan employee engagement di perusahaan

1. Olahraga bersama

Mengadakan kegiatan olahraga seperti senam, jalan santai, badminton atau futsal bersama adalah cara yang baik untuk mempromosikan kesehatan fisik dan mental karyawan. Aktivitas ini tidak hanya meningkatkan kebugaran tetapi juga mempererat hubungan antar anggota tim.

2. Gathering atau outing bulanan

Mengadakan kegiatan di luar kantor seperti piknik, kunjungan wisata, atau makan malam bersama dapat memberikan kesempatan untuk saling mengenal di luar lingkungan kerja formal. Program seperti ini menciptakan suasana yang santai dan menyenangkan.

3. Nonton bioskop bersama

Menonton film bersama di bioskop atau kantor dapat menjadi acara yang sederhana namun efektif untuk meningkatkan hubungan antar karyawan. Anda juga dapat memilih film yang relevan dengan budaya atau nilai perusahaan.

4. Makan siang tim

Mengadakan makan siang bersama secara rutin adalah cara yang mudah dan murah untuk membangun hubungan yang lebih dekat antar tim. Hal ini juga memberikan waktu bagi karyawan untuk bersosialisasi dan beristirahat dari pekerjaan sehari-hari.

5. Games, turnamen, atau kompetisi

Momen 17 Agustus atau hari ulang tahun perusahaan bisa dijadikan momen untuk menggalang kebersamaan karyawan dan menumbuhkan employee engagement. 

Perusahaan dapat mengadakan gamifikasi seperti kompetisi olahraga, pentas seni, musik, turnamen esports, atau lomba kreatif lain di kantor demi memberi ruang partisipasi aktif karyawan.

6. Tawarkan program kesejahteraan karyawan

Kesejahteraan karyawan adalah fondasi dari keterikatan mereka yang kuat. Program seperti asuransi kesehatan, fasilitas konseling, dan jaminan hari tua atau pensiun dapat membantu mengurangi stres karyawan dan memberi nilai tambah perusahaan di mata karyawan.

Misalnya program persiapan pensiun baik berupa pengelolaan dananya dan training social skill yang membantu karyawan-karyawan yang menjelang purna masa kerja untuk mempersiapkan diri untuk masa depan mereka.

7. Membuka diri terhadap ide-ide kreatif

Ada beberapa perusahaan yang membuka diri terhadap keberagaman warna ruangan kerja, penamaan ruang-ruang kerja atau ruang meeting atau tema-tema dan semboyan untuk peningkatan produktivitas dan kualitas yang lahir dari “selera” karyawan.

Hal ini bisa dikompetisikan untuk mendapatkan hasil yang terbaik dan menambah rasa memiliki tempat kerja dan membangun suasana yang positif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *