Monday, October 19

6 Cara Tingkatkan Kinerja Quality Control di Industri Manufaktur

6 Cara Tingkatkan Kinerja Quality Control di Industri Manufaktur

Dalam industri manufaktur, kualitas adalah segalanya. Perusahaan harus fokus memproduksi produk dengan kualitas terbaik dan memenuhi ekspektasi konsumen. 

Perusahaan yang memproduksi produk berkualitas rendah tidak akan mampu mencapai tingkat kepuasan pelanggan yang akan membuat konsumen kembali lagi.

Quality control menjadi komponen kunci untuk keberhasilan bisnis perusahaan kecil hingga perusahaan besar di industri manufaktur. Pasalnya, jika tujuannya sudah mengarah untuk menjual produk langsung ke konsumen, kualitas menjadi hal yang terpenting.

Simpelnya, quality control memiliki keuntungan untuk membuat konsumen menjadi lebih loyal dengan produk yang kita tawarkan. Dengan kualitas yang baik, maka loyalitas, daya beli, dan kepuasan pelanggan juga akan terus terjaga.

Selain itu, industri manufaktur termasuk industri yang sangat kompetitif. Karena itu, kualitas jadi salah satu faktor terbesar yang akan membantu perusahaan tetap mampu bersaing. 

Manfaat mempertahankan kebijakan dan prosedur yang berfokus pada pengendalian dan penjaminan mutu, meliputi:

  • Mengamankan konsumen tetap
  • Kepuasan konsumen yang meningkat
  • Meningkatkan standar keselamatan pekerja
  • Mendapatkan referensi dari konsumen saat ini
  • Mengurangi tanggung jawab dari produk berkualitas buruk
  • Peningkatan produktivitas, efisiensi, dan keuntungan perusahaan

Perusahaan yang serius membuat produk berkualitas tinggi harus melakukan upaya khusus untuk memantau kualitas produknya, menilai prosedur yang berjalan dengan baik, dan mengidentifikasi area yang dapat memperoleh manfaat lebih jika ditingkatkan dengan lebih baik lagi.

Lantas, bagaimana 6 langkah meningkatkan quality control?

Ada cara yang dapat dilakukan untuk mencegah masalah quality control sebelum terjadi dan membantu mendapatkan pandangan lebih baik tentang area mana saja yang perlu perhatian lebih ekstra. 

Dengan begitu, perusahaan akan mendapatkan keuntungan lebih dari sekadar menambahkan quality control ke dalam list pekerjaannya.

1. Bangun proses yang tepat

Langkah pertama dalam meningkatkan kendali mutu adalah dengan memperkuat proses-proses yang berkaitan dengan produksi. 

Merampingkan proses ini membantu memastikan produk akhir memenuhi kriteria perusahaan. 

Perusahaan perlu memastikan proses yang digunakan untuk merancang, menguji, dan menghasilkan produk dilakukan dengan benar. Caranya yaitu:

  • Menetapkan standar kualitas
  • Kembangkan proses operasional yang memecahkan masalah
  • Tinjau hasil akhir produksi
  • Memanfaatkan feedback untuk mengumpulkan informasi berharga
  • Gunakan data untuk melakukan perbaikan 

2. Jaga ruang kerja bersih dengan menerapkan 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke)

Menjaga kerapian dan kebersihan lingkungan di lantai pabrik dan di setiap area harus menjadi prioritas utama. 

Ruang kerja yang berantakan dan tidak teratur, tidak hanya meningkatkan kemungkinan potensi cedera tetapi juga dapat menyebabkan kesalahan yang dapat menurunkan kualitas.

5S atau yang lebih dikenal sebagai 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) di Indonesia, bisa menjadi dasar dalam penerapannya.

Berikut beberapa tips memastikan kebersihan bagi setiap karyawan di perusahaan, mulai dari pimpinan hingga karyawan level produksi:

  • Delegasi tugas untuk kebersihan 
  • Buat kebersihan menjadi prioritas utama 
  • Posting pengingat yang terlihat oleh pekerja 
  • Dokumen prosedur pembersihan ruang kerja 
  • Memanfaatkan Supervisor untuk pengawasan

3. Mengadakan tes penggunaan peralatan tidak terjadwal

Perusahaan harus mengadakan pengujian penggunaan yang tidak terjadwal pada mesin dan peralatan untuk memastikan keselamatan produksi maupun pekerja. 

Proses ini sangat penting bagi perusahaan yang ingin meningkatkan langkah-langkah kontrol kualitas di manufaktur dan membantu memastikan semua pekerja aman dan efisien dalam pekerjaan. 

Cara implementasinya meliputi jadikan tes tersebut reguler tapi unscheduled, analisis hasil, buatlah action plan sebelum dan sesudah, serta pelatihan ulang jika diperlukan.

4. Identifikasi suku cadang

Ketika sebuah mesin rusak di pabrik manufaktur, hal itu dapat menyebabkan gangguan parah pada lini produksi. Sangat penting bagi perusahaan untuk efektif mengelola inventaris suku cadang untuk menangani masalah yang terkait dengan kegagalan peralatan dengan cepat dan efisien.

Berikut adalah cara memastikan bahwa perusahaan tidak perlu menunggu suku cadang penting muncul sebelum perbaikan dapat dilakukan dan pemeliharaan yang tepat untuk mencegah terjadinya kerusakan sejak awal:

  • Rutin melakukan maintenance 
  • Tunjuk manajer dalam tujuan inventaris
  • Kenali suku cadang yang penting
  • Gunakan solusi tepat untuk memudahkan maintenance sparepart dan aset dengan Maintenance Management System

5. Pastikan manajer dilatih dengan benar

Quality control yang baik dimulai dari manajemen. Perusahaan harus memastikan manajer dan supervisor bertindak sebagai cermin kepatuhan yang tepat terhadap kontrol kualitas dan langkah-langkah keselamatan.

Pengembangan sumber daya khususnya leader dan manajemen menjadi suatu hal yang penting. Jika manajemen gagal mengawasi anggota tim dengan baik, proses kendali mutu kemungkinan tidak akan efektif.

Memiliki tim manajemen yang baik dan efektif dimulai dengan pelatihan tentang cara menetapkan dan meningkatkan proses yang berkaitan dengan keselamatan dan jaminan kualitas. Caranya bisa dilakukan dengan:

  • Pelatihan khusus industri 
  • Topik pelatihan umum (kontrol kualitas dan jaminan) 

6. Bantuan digital teknologi untuk efisiensi proses

Saat ini, perusahaan masih banyak menggunakan checklist kertas dalam mencatat setiap proses kendali mutu. Namun, hal tersebut membuat pekerja kesulitan saat mencari data dan memakan waktu lama. 

Untuk menghemat waktu dan efisiensi proses kendali mutu, perusahaan perlu mempertimbangkan penggunaan teknologi digital seperti Digital Quality Control. 

Keuntungan yang didapat oleh perusahaan jika menggunakan Digital Quality Control, yaitu:

  • Evaluasi rinci dari segala proses untuk perbaikan 
  • Informasi terstruktur (termasuk foto & video)
  • Mengurangi beban kerja pekerja 
  • Lebih rendah kesalahan input

Perusahaan yang berusaha meningkatkan kontrol kualitas dalam industri manufaktur memiliki keuntungan yang jelas dan terukur. Konsumen mengharapkan produk berkualitas tinggi dan kegagalan kecil dapat mengakibatkan konsumen mencari ke tempat lain.

Dengan pelatihan, pengujian, perencanaan, dan strategi, perusahaan manufaktur dapat memaksimalkan potensi mereka untuk menegakkan standar quality control.

Continuous Improvement adalah konsep yang harus berhubungan dengan setiap aspek bisnis. Perusahaan harus memanfaatkan semua alat yang tersedia bagi mereka untuk meningkatkan standar kontrol kualitas dan mendapatkan hasil yang lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Toggle Dark Mode